Jumat, 25 November 2011

MSKBROI




Relay

Pengertian Relay
  
     Relay yaitu Alat yang menggunakan gaya elektromagnetik untuk menutup (atau membuka) kontak saklar. Saklar yang digerakkan (secara mekanis) oleh daya/energi listrik.

JENIS – JENIS RELAY :
Seperti saklar, relay juga dibedakan berdasar pole dan throw yang dimilikinya.

Pole   : banyaknya contact yang dimiliki oleh relay
Throw: banyaknya kondisi (state) yang mungkin dimiliki contact

Penggolongan relay berdasarkan jumlah pole dan throw :
SPST (Single Pole Single Throw)
DPST (Double Pole Single Throw)
SPDT (Single Pole Double Throw)
DPDT (Double Pole Double Throw)
3PDT (Three Pole Double Throw) 
4PDT (Four Pole Double Throw)
Untuk mendonwload artikel , klik link di bawah ini

MSAM


Aktuator

Pengertian Aktuator


Aktuator adalah bagian yang berfungsi sebagai penggerak dari perintah yang diberikan oleh input.
Aktuator terbagi dalam beberapa macam yaitu :



  • Aktuator tenaga elektris
  • Aktuator tenaga hidrolik
  • Aktuator tenaga pneumatic
  • Aktuator Lainnya



Keunggulan Aktuator Elektris  :


Mudah dalam pengontrolan
Akurasi tinggi
Torsi ideal untuk pergerakan
Efesiensi tinggi


Jenis-Jenis Aktuator Elektris :


Selenoid
Motor steaper
Motor DC
Brush less DC-Motors
Motor induksi
Motor singkron


Download artikel ini .

Rabu, 23 November 2011

MSEP


Pneumatik

Pengertian Pneumatik


       Istilah pneumatik berasal dari bahasa Yunani, yaitu ‘pneuma' yang berarti napas atau udara. Istilah pneumatik selalu berhubungan dengan teknik penggunaan udara bertekanan, baik tekanan di atas1 atmosfer maupun tekanan di bawah 1 atmosfer (vacum).Sehingga pneumatik merupakan ilmu yang mempelajari teknik pemakaian udara bertekanan (udara kempa). Jaman dahulu kebanyakan orang sering menggunakan udara bertekanan untuk berbagai keperluan yang masih terbatas, antara lain menambah tekanan udara ban mobil/motor,melepaskan ban mobil dari peleknya, membersihkan kotoran, danse jenisnya.Sekarang, sistem pneumatik memiliki apliaksi yang luas karena udara pneumatik bersih  mudah didapat. Banyak industri yang menggunakan sistem pneumatik dalam proses produksi seperti industri makanan, industri obat-obatan, industri pengepakan barang maupun industri yang lain.


Download artikel disini .




Hidrolik

Pengertian Hidrolik


      Hidrolik adalah suatu sistem yang memanfaatkan tekanan fluida sebagai power (sumber tenaga) pada sebuah mekanisme. Pada sistem hidrolik, tekanan fluida merupakan tenaga penggerak sistem.


      Pada kebanyakan aplikasi, sistem hidrolik banyak digunakan seperti memindahkan beban yang berat, sebagai alat penekan dan pengangkat. Dalam  industri banyak ditemui penggunaan sistem hidrolik pada alat-alat berat, seperti truk pengangkat (dump truck), mesin moulding, mesin press, forklift, crane, dan lain-lain.


       Pada saat ini penggunaan sistem hidrolik sudah dilengkapi dengan berbagai peralatan kontrol yang menunjang pengendalian dan ketepatan (presisi) dalam penggunaannya.


       Hidrolik adalah suatu sistem yang memanfaatkan tekanan fluida sebagai power (sumber tenaga) pada sebuah mekanisme. Karena itu, pada sistem hidrolik dibutuhkan power unit untuk membuat fluida bertekanan. Kemudian fluida tersebut dialirkan sesuai dengan kebutuhan atau mekanisme yang diinginkan.


Perbedaan antara sistem hidrolik dan pneumatik adalah sebagai berikut:


  • Pada fluida kerja, sistem hidrolik menggunakan fluida cair bertekanan sedangkan pada pneumatik menggunakan fluida gas bertekanan
  • Sistem pneumatik umumnya menggunakan tekanan 4 – 7 kgf/cm2 dan menghasilkan output yang lebih kecil daripada sirkuit hidrolik, sehingga cocok untuk pekerjaan ringan
  • Sifat compressibility (mampu tekan) dari sirkuit hidrolik lebih besar daripada sirkuit pneumatik
  • Udara bertekanan memiliki resistansi (tahanan) kecil terhadap aliran dan dapat dijalankan dengan lebih tepat daripada tenaga hidrolik
  • Sistem hidrolik sensitif terhadap kebocoran minyak, api dan kontaminasi. Sedangkan udara bertekanan tidak mempunyai masalah seperti itu jika sirkuitnya dirancang dengan baik
  • Udara bertekanan dihasilkan oleh kompresor yang umumnya dimiliki oleh pabrik, tetapi sistem hidrolik membutuhkan pompa
  • Batas temperatur yang mampu diterima oleh peralatan hidrolik 60 – 70°C, sedangkan untuk pneumatik dapat dijalankan hingga 180°C


  • Kelebihan dari sistem hidrolik adalah:
  1. Memiliki tekanan kerja yang relatif lebih besar daripada sistem pneumatik, sehingga cocok untuk pekerjaan-pekerjaan berat


  • Kekurangan dari sistem hidrolik adalah:
  1. Fluida dari sirkuit yang tercemar oleh kotoran akan menyebabkan peralatan hidrolik menjadi lemah dan cepat rusak
  2. Konstruksinya yang rumit dengan biaya yang mahal, serta kesulitan dalam pemeliharaan dan operasi
  3. Fluida kerja tidak dapat bertahan pada temperatur operasi yang lebih tinggi


Contoh-contoh penggunaan sistem hidrolik:
  1. Dongkrak hidrolik
  2. Hydrostatic transmission, untuk menggerakkan peralatan konstruksi, kendaraan berat, mesin pertanian dan mentransmisikan tenaga ke aktuator tipe rotasi


Komponen yang digunakan pada sistem hidrolik:


  • Piston sebagai aktuator
  • Pompa mengubah energi mekanis dari putaran poros menjadi energi fluida dan juga untuk menaikkan fluida kerja
  • Tangki menstabilkan sirkulasi tekanan minyak yang dikeluarkan pompa, menyimpan fluida bertekanan, menghindari pressure drop apabila sejumlah besar minyak dipakai dalam waktu singkat
  • Manometer (pressure gauge): mengukur tekanan kerja fluida pada saat piston melakukan langkah maju dan langkah mundur
  • Hose
  • Hose Couplers (penyambung hose)


Directional control valve (flow control valve):


Fungsi Katup Kendali Arah adalah untuk saling menghubungkan jalur-jalur hidrolik yang bervariasi satu terhadap yang lain, untuk menghubunghkan hubungan satu terhadap yang lain.


Download artikel disini .